Penjelasan lengkap apa itu Sistem Konsinyasi

Pahami lebih dalam apa itu penjualan dengan sistem konsinyasi


Penjualan sistem konsinyasi
Sistem Konsinyasi

Kuhiko - Apakah itu sistem konsinyasi? pastinya nama tersebut rasanya asing di telinga. Jika kamu sedang sekolah dan duduk di bangku sma atau sederajat kelas XII ( dua belas ) dalam pelajaran PKWU akan menemui pembahasan materi mengenai sistem konsinyasi.

Berwirausaha merupakan suatu pekerjaan yang sangat bagus karena dapat meningkatkan peluang / lowongan pekerjaan bagi orang lain sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran.

Memang berwirausaha jika berhasil akan mendatangkan penghasilan yang besar namun berlaku sebaliknya tinggi resiko kerugian jika mengalami kegagalan. Nah ada baiknya sebelum memulai berwirausaha anda memahami sistem - sistem / tata cara agar terhindar dari kerugian saat berwira usaha. Salah satunya sistem konsinyasi.

A. PENGERTIAN SISTEM KONSINYASI

Sistem Konsinyasi adalah proses penjualan dengan menitipkan barang atau produk kepada pihak lain untuk dijualkan dengan harga jual dan persyaratan sesuai dengan perjanjian antara pemilik produk dan penjual.


B. ALASAN MENGGUNAKAN SISTEM KONSINYASI

1. Pihak Penerima titipan ( Konsignee )
Terhindar dari resiko adanya fluktuasi harga.
Terhidar dari resiko barang tidak laku, kadaluarsa, rusak atau bahkan busuk.

2. Bagi Pihak Penitip ( Consignor )
Menguranti investasi di bidang pemasaran.
Mendapatkan jaringan pemasaran yang sudah mapan / pasti.
Harga jual dapat dikendalikan oleh pihak penitip karena kepemilikan barang masih di tangannya dan pihak penerima titipan hanya menerima komisi.


C. PEMBAGIAN KEUANGAN

Bagaimanakah pembagian keuangan untuk sistem pemasaran konsinyasi ?
Untuk pembagian keuangan itu sendiri biasanya ada beberapa macam diantaranya yaitu :

1. Penyalur ( Pemilik Toko ) akan menjualkan barang titipan dengan nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang ia dapatkan dari pemilik barang / produk dan selisihnya menjadi laba untuk si penyalur.

2. Pemilik barang sudah menentukan harga jualnya dan orang yang sebagai penyalur ( pemilik toko ) mendapat dari persentase barang yang telah dijual. Misalkan 10% sampai 20%.


D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BAGI PENYALUR DAN PEMILIK PRODUK

Meskipun teknik pemasaran dengan sistem konsinyasi terlihat menguntungkan tetap saja memiliki kelebihan dan kekurangan baik bagi si penyalur maupun si pemilik produk. Lalu apakah kekurangan dan kelebihannya ?

1. Kelebihan dan kekurangan bagi pemilik produk

a.) Kelebihan

  • Tidak perlu menyediakan SPG.
  • Tidak perlu terjun langsung untuk melayani konsumen.
  • Pemilik produk bisa lebih fokus mengelola kualitas produk dan melakukan berbagai inovasi baru.
  • Produk biasa dipasarkan leluasa melalui toko yang sudah memiliki pelanggan, jadi pemilik barang tidak perlu menyediakan uang kembali untuk promosi.

b.) Kekurangan

  • Produk yang di titipkan tidak dipromoskan oleh penyalur ( pemilik toko ) jika ia tidak memiliki SPG.
  • Sistem pembayaran produk harus mengikuti sistem penyalur baik pebulan maupun perminggu.
  • Ketika salah penempatan produk pada toko ( penyalur ) maka bisa dipastikan produk tersebut akan sulit laku bahkan tidak terjual.


2. Kelebihan dan kekurangan bagi penyalur

a.) Kelebihan

  • Display ( tampilan ) produk pada toko penyalur akan terlihat banyak tanpa harus menambah modal.
  • Memperoleh keuntungan dari laba penjualan konsinyasi dari produk penitip yang terjual.
  • Kecilnya resiko, jika barang yang di jual tidak laku penyalur cukup mengembalikannya kepada pemilik / penitip.

b. ) Kekurangan
Untuk kekurangan penyalur dengan sistem penjualan konsinyasi sepertinya tidak ada, dikarenakan penyalur hanya sebagai tempat penitipan produk dari penyalur sehingga setiap kerugian akan ditanggung oleh pemilik barang / produk tersebut.


E. ISI PERJANJIAN SISTEM KONSINYASI

Berhubung penjualan dengan sistem konsinyasi ini melibatkan dua belah pihak, pastinya terdapat perjanjian sebelum sistem pemasaran ini diterapkan.

Isi Perjanjian Sistem Konsinyasi

  • Adanya frekuensi laporan dan pembayaran kepada pengamat.
  • Terdapat syarat - syarat penjualan kepada langganan.
  • Kapan komisi harus di berikan.
  • Tanggung jawab atas penagihan piutang dan kerugian piutang.
  • Bagaimana komisi untuk komisioner harus dihitung.
  • Jumlah dan macam barang yang sudah dibayar oleh pihak komisioner dan akan diganti oleh pengamanat.

Apakah artikel ini membantu? berikan tanggapan anda pada kolom komentar. Jangan lupa share ke temam sekolah yah. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel